7 November 2010
Waktu dulu ...
Kami sering mengejekmu
Tetapi ...
Kau hanya membalas semua itu dengan senyummu
Waktu dulu ...
Kami juga sering mengacuhkanmu
Tetapi ...
Kau hanya membalas semua itu dengan senyummu
Seakan,
Senyumanmu tak pernah sirna ...
Tapi mengapa ...
Kami baru sadar akan semua itu,
Ketika kami tahu bahwa dirimu telah tiada ...
Air mata kami terus mengalir,
Seakan mengiringi kepergianmu,
Kata “ maaf “ tak henti-hentinya kami ucapkan,
Tetapi, semua itu seakan sudah terlambat
Kini kami semua sangatlah menyesal,
Karena ...
Tiada ada lagi yang dapat menggantikanmu
Tetapi ...
Setelah kepergianmu,
Kami baru sadar akan arti teman yang sesungguhnya
Kami harap ...
Kau mau mema’afkan kami
Yang selama ini telah membuatmu merasa tak nyaman,
Doa kami akan selalu menyertaimu. Amin
by: Tamar VIa / SD Pangudi Luhur 2010/2011
No comments:
Post a Comment